RILIS.ID, Jakarta— Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (IKA-PTIQ) meminta DPR RI segera membentuk Undang-Undang Penyiaran Agama.

RUU Penyiaran Agama ini diharapkan memasukkan prosedur penyiaran agama di masyarakat demi menjaga keharmonisan umat beragama di Indonesia.

"Sebab, jika tidak dibuat semacam kontrak bersama, potensi konflik dalam penyiaran agama masih besar, sehingga perlu pengaturan yang lebih baik," demikian keterangan yang disampaikan Ketua Umum IKAPTIQ Jazilul Fawaid kepada rilis.id, di Jakarta, Sabtu (22/7/2017).

Sebelumnya, Menag RI Lukman Hakim Saifuddin menyinggung perlunya RUU Penyiaran Agama tersebut, karena di tengah masyarakat masih sering terjadi konflik antarumat beragama dalam menyikapi cara-cara beragama (beribadah).

Jazil juga meminta para alumni PTIQ menjadi garda terdepan sebagai teladan moral dalam menggelorakan, membumikan, dan memasyarakatkan Islam yang damai.

"IKA-PTIQ harus berada di garda depan sebagai teladan dalam memasyarakatkan Islam yang damai di tengah krisis moralitas saat ini," ujarnya.

Rakernas IKAPTIQ yang dipimpin Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Dede Rosyada, berlangsung sejak Jumat (21/7) di wisma Syahid Kampus II UIN Ciputat Jakarta.

Hadir antara lain Rektor UIN Syahid Dede Rosyada, mantan Rektor PTIQ Chotibul Umam, Ketua IKAPTIQ Jazilul Fawaid, Rektor IIQ Chuzaemah T Yanggo, Ketua Jamiyyatul Qurra wal Huffadz (JQH), Muhaimin Zein, dan Purek IV PTIQ Ali Nurdin.

Selain Rakernas juga mengggelar acara halal bihalal dan Haflah Tilawatil Quran yang diisi oleh 10 qori yang pernah berprestasi dalam musabaqoh nasional dan Internasional.