IKAPTIQ Bahas 4 Pilar Perspektif Al-Qur'an


Jakarta- Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (IKAPTIQ) Jakarta bekerjasama dengan MPR-RI mengelar Focus Grup Discussion (FGD) di Hotel Mercure Jakarta Selatan. (17/12)

Kegiatan FGD ini mengangkat tema "Empat Pilar Kebangsaan dalam Perspektif Al-Qur'an". Diskusi tersebut diikuti puluhan peserta dan empat narasumber, yaitu Dr. H. Jazilul Fawaid, SQ. MA (Ketua IKAPTIQ/Wakil Ketua MPR-RI), Dr. Ali Nurdin, MA (Warek 3 PTIQ), Dr. Sahlul Fuad, M.Si (Dosen PTIQ) serta Prof. Dr. Masykuri Abdillah. MA (Staf khusus wakil presiden)

Pada pembukaan acara, saudara Muhammad Aminullah selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membuat buku empat pilar kebangsaan prespektif al-Quran. Sebagai bentuk partisipasi para alumni Institut PTIQ kepada bangsa. Ujarnya.

Dalam rangkaian diskusi, ketua IKAPTIQ menyampaikan bahwa alumni PTIQ Jakarta harus menjadi jalan keluar dari problematika kebangsaan dan keagamaan. Hal itu karena alumni PTIQ Jakarta adalah para pengkaji Al-Qur'an dan dianggap betul-betul menguasai makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

"Alumni PTIQ harus berani tampil dan memberikan solusi atau jalan keluar terhadap persoalan-persoalan bangsa. Tentu alumni PTIQ sangat mampu menawarkan nilai dan kandungan Al-Qur'an terkait problematika kebangsaan". Ujar Jazilul.

Wakil Ketua MPR itu juga berharap agar para alumni PTIQ jakarta mampu menggelar diskusi yang rutin dan berkelanjutan. Hal itu agar semakin banyak ide-ide dan gagasan keagamaan yang lahir dari alumni PTIQ untuk menjadi rujukan disetiap permasalahan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Mudah-mudahan alumni PTIQ Jakarta bisa melakukan diskusi seperti ini disetiap bulannya, agar semakin banyak ide yang keluar dari alumni sebagai rujukan dan jawaban atas persoalan hidup berbangsa dan bernegara" ucap ketua IKAPTIQ.

Di tengah-tengah diskusi, Ali Nurdin sebagai narasumber memaparkan tentang keadaan bangsa yang berkaitan dengan nilai-nilai agama. Dan itu dirasa perlu dicari jalan keluar, salah satunya adalah penerbitan buku tentang empat pilar kebangsaan berbasis Al-Qur'an.

"Problematika hari ini adalah banyak kelompok yang mencoba membenturkan empal pilar kebangsaan dengan nilai-nilai Al-Qur'an. Karena itu perlu ada jalan keluar dalam mengatasi hal tersebut, salah satunya dengan penerbitan buku ini" ujar Ali Nurdin

Pada kesempatan yang sama, Masykuri Abdillah menyampaikan bahwa tentang negara ideal  negara ideal.

"Negara ideal adalah negara yg didasarkan pada konstitusi dan hukum.  Negara akan berjalan dengan baik manakala ada kesadaran hak dan kewajiban oleh warga negara, termasuk hubungan yg baik antara warga dengan sesama warga serta warga dgn lembaga negara" pungkasnya. 

Kegiatan FGD berlangsung selama hampir 5 jam. Kemudian ditutup dengan acara penyampaian teknis penulisan penerbitan buku, hasil dari FGD yang diselenggarakan oleh IKAPTIQ tersebut.